Senin, 16 Januari 2017

masih pantaskah aku meminta ??


telah banyak hari yang telah ku lalui. semua rasa telah ku cecapi pahit manisnya, getir masam dan masih banyak lagi. semua ku rasakan begitu saja. tanpa pernah mengerti bagaimana mengawali dan mengakhirinya. terkadang aku merindu. entah apa yang ku rindu. Hmm . . . lelah rasanya menjalani kehidupan yag tak pernah pasti. hari demi hari. bahkan detikpun membedakan pandangan. salah siapa salahkah jarum aloji ?? bumi yang berputar? atau poros yang bertahan ??. entahlah.
terkadang ku inginkan bahagia. pantaskah aku memintanya ??
saat setiap detikku bisa ku ubah menjadi senyuman. meksipun ku tak pernah tahu makna sebuah senyuman. mudah saja ku lakukan. ku tarik kedua ujung bibirku maka seulum senyum kan tercipta dengan begitu sederhana. tak perduli apa yang ku rasakan saat itu. Tuhan tlah memberikank bibir untuk berucap kata puji. Tuhan memberikan bibir untukku agar selalu ku sajikan senyuman disetiap detik asma karuniaNya.
pantaskah aku masih meminta?. jika nafas inipun tak ku punya tanpa karuniaNya. Tuhan tlah memberi semua untukku, untuk bekal kehidupan, entah mulus ataupun terjal. lewati saja. Tuhan, pantaskah aku meminta setelah semua yang tlah Kau berikan padaku . aku hanya makhlukMu. aku tak berarti apapun tanpa adanya diriMu .Tuhan kenapa masih kau izinkan aku untuk meminta ?? sungguh mulianya diriMu yang mencipta langit bumi dan isinya namun masih Kau izinkan aku untuk meminta. tak pantas rasanya.
apa yang ku mau ?? pmberianMu seakan tak pernah cukup untukku kenapa tak kau bungkam saja agar aku tak meminta Tuhan. cukup . cukupkanlah aku dengan segala karuniaMu Tuhan. jangan kau tamakkan aku dengan kemurahanMu mengizinkanku meminta.

senin, 16 januari 2017

Selasa, 10 Januari 2017

Saat Detik Berlalu


tak perlu kembali jika ingin pergi
langkahkan kakimu untuk pergi pergi dan pergi
toh . . . itu yang pernah kau lakukan padaku
anggapku tiada arti 
jangan pernah kau usik lagi !!
tentang rasa yang bersemayam disini
jangan pernah kau tanyakan rasa hati

aku . . . 
aku masih seperti yang dulu'
saat kau kirim pesan . . . bersama deburan ombak yang kau nikmati
aku masih sama . . .
seperti tiga tahun yang lalu 
aku yang menginginkan cinta 
bukan karna kau cintaiku
tapi . . . karena kau cintaiNya

ya ... setelah ku mencecapnya. . . 
setitik rasa sesal selalu menghantui
apa yangkau cintai
bukan sepenuhnya cinta karenaNya

hingga ku lalai
hingga jalang menderang kehidupan
disaat detik berkalung senja



kau titahkan detik waktu tuk menghujam nadiku 
dan ku tetap disini . . .
ku tak melarikan diri . . . ku tak menolak . . .ku tak memperdulikan diriku sendiri 
ku butakan mataku , ku tulikan telingaku. . . 
ku lumpuhkan rasa takutku . . .
ku mendekat . . . semakin mendekat . . . dan . . .
ku harap ku dapat menyadarkanmu
namun titahmu menusukku . . .
menghujam nadiku . . . hingga ku tak punya waktu . . . 
ku rasakan darah membelai tubuhku 
hingga ku rasakan sakit dan kehilangan
hingga ku jatuh dan tenggelam 
hingga ku memilih lupa daripada ingat
sampai ku membuka mata lagi
dan ku bersama kekosongan waktu 
ku pergi . . .
ku memilih pergi . . .
bukan karena ku lelah !!
namun karena ku sadari . . .
ku tak miliki apapun didunia ini . . . .