Selasa, 10 Januari 2017

Saat Detik Berlalu


tak perlu kembali jika ingin pergi
langkahkan kakimu untuk pergi pergi dan pergi
toh . . . itu yang pernah kau lakukan padaku
anggapku tiada arti 
jangan pernah kau usik lagi !!
tentang rasa yang bersemayam disini
jangan pernah kau tanyakan rasa hati

aku . . . 
aku masih seperti yang dulu'
saat kau kirim pesan . . . bersama deburan ombak yang kau nikmati
aku masih sama . . .
seperti tiga tahun yang lalu 
aku yang menginginkan cinta 
bukan karna kau cintaiku
tapi . . . karena kau cintaiNya

ya ... setelah ku mencecapnya. . . 
setitik rasa sesal selalu menghantui
apa yangkau cintai
bukan sepenuhnya cinta karenaNya

hingga ku lalai
hingga jalang menderang kehidupan
disaat detik berkalung senja



kau titahkan detik waktu tuk menghujam nadiku 
dan ku tetap disini . . .
ku tak melarikan diri . . . ku tak menolak . . .ku tak memperdulikan diriku sendiri 
ku butakan mataku , ku tulikan telingaku. . . 
ku lumpuhkan rasa takutku . . .
ku mendekat . . . semakin mendekat . . . dan . . .
ku harap ku dapat menyadarkanmu
namun titahmu menusukku . . .
menghujam nadiku . . . hingga ku tak punya waktu . . . 
ku rasakan darah membelai tubuhku 
hingga ku rasakan sakit dan kehilangan
hingga ku jatuh dan tenggelam 
hingga ku memilih lupa daripada ingat
sampai ku membuka mata lagi
dan ku bersama kekosongan waktu 
ku pergi . . .
ku memilih pergi . . .
bukan karena ku lelah !!
namun karena ku sadari . . .
ku tak miliki apapun didunia ini . . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar