Saat Detik Berlalu
tak perlu kembali jika ingin pergilangkahkan kakimu untuk pergi pergi dan pergitoh . . . itu yang pernah kau lakukan padakuanggapku tiada artijangan pernah kau usik lagi !!tentang rasa yang bersemayam disinijangan pernah kau tanyakan rasa hati
aku . . .
aku masih seperti yang dulu'
saat kau kirim pesan . . . bersama deburan ombak yang kau nikmati
aku masih sama . . .
seperti tiga tahun yang lalu
aku yang menginginkan cinta
bukan karna kau cintaiku
tapi . . . karena kau cintaiNya
ya ... setelah ku mencecapnya. . .
setitik rasa sesal selalu menghantui
apa yangkau cintai
bukan sepenuhnya cinta karenaNya
hingga ku lalai
hingga jalang menderang kehidupan
disaat detik berkalung senja
kau titahkan detik waktu tuk menghujam nadiku
dan ku tetap disini . . .
ku tak melarikan diri . . . ku tak menolak . . .ku tak memperdulikan diriku sendiri
ku butakan mataku , ku tulikan telingaku. . .
ku lumpuhkan rasa takutku . . .
ku mendekat . . . semakin mendekat . . . dan . . .
ku harap ku dapat menyadarkanmu
namun titahmu menusukku . . .
menghujam nadiku . . . hingga ku tak punya waktu . . .
ku rasakan darah membelai tubuhku
hingga ku rasakan sakit dan kehilangan
hingga ku jatuh dan tenggelam
hingga ku memilih lupa daripada ingat
sampai ku membuka mata lagi
dan ku bersama kekosongan waktu
ku pergi . . .
ku memilih pergi . . .
bukan karena ku lelah !!
namun karena ku sadari . . .
ku tak miliki apapun didunia ini . . . .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar